Senin, 19 November 2012


FAKTORISASI SUKU
                                   ALJABAR
Pernahkah kalian berbelanja di supermarket?
Sebelum berbelanja, kalian pasti
memperkirakan barang apa saja yang akan
dibeli dan berapa jumlah uang yang harus
dibayar. Kalian dapat memperkirakan jumlah
uang yang harus dibayar jika kalian
mengetahui harga dan banyaknya barang
yang akan dibeli. Untuk menghitungnya,
kalian tentu memerlukan cara perkalian atau
                menggunakan cara faktorisasi.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                



Tujuan pembelajaranmu pada bab ini adalah:
􀂙 dapat menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, bagi, dan pangkat pada
bentuk aljabar;
􀂙 dapat menentukan faktor suku aljabar;
􀂙 dapat menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya.
1
Kata-Kata Kunci:
􀂙 penjumlahan bentuk aljabar 􀂙 perpangkatan bentuk aljabar
􀂙 pengurangan bentuk aljabar 􀂙 faktor suku aljabar
􀂙 perkalian bentuk aljabar        􀂙 faktorisasi bentuk aljabar
             􀂙 pembagian bentuk aljabar
A. PENGERTIAN KOEFISIEN, VARIABEL,
KONSTANTA, DAN SUKU
Di kelas VII kalian telah mempelajari mengenai bentukbentuk
aljabar. Coba kalian ingat kembali materi tersebut, agar
kalian dapat memahami bab ini dengan baik. Selain itu, kalian juga
harus menguasai materi tentang KPK dari dua bilangan atau lebih
dan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat. Perhatikan uraian
berikut.
Bonar dan Cut Mimi membeli alat-alat tulis di koperasi sekolah.
Mereka membeli 5 buku tulis, 2 pensil, dan 3 bolpoin. Jika buku
tulis dinyatakan dengan x, pensil dengan y, dan bolpoin dengan z
maka Bonar dan Cut Mimi membeli 5x + 2y + 3z.
Selanjutnya, bentuk-bentuk 5x + 2y + 3z, 2x2, 4xy2, 5x2 – 1,
dan (x – 1) (x + 3) disebut bentuk-bentuk aljabar. Sebelum
mempelajari faktorisasi suku aljabar, marilah kita ingat kembali
istilah-istilah yang terdapat pada bentuk aljabar.
1. Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum
diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah.
Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ...
CONTOH:
Tulislah setiap kalimat
berikut dengan menggunakan
variabel sebagai
pengganti bilangan yang
belum diketahui nilainya.
a. Jumlah dua bilangan
ganjil berurutan adalah
20.
b. Suatu bilangan jika
dikalikan 5 kemudian
dikurangi 3, hasilnya
                 adalah 12.
Penyelesaian:
a. Misalkan bilangan tersebut x dan x + 2, berarti
x + x + 2 = 20.
b. Misalkan bilangan tersebut x, berarti 5x – 3 = 12.

2. Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak
memuat variabel disebut konstanta.
CONTOH:
Tentukan konstanta pada
bentuk aljabar berikut.
a. 2x2 + 3xy + 7x y – 8
b. 3 – 4x2 – x
Penyelesaian:
a. Konstanta adalah suku yang tidak memuat variabel,
sehingga konstanta dari 2x2 + 3xy + 7x y – 8
adalah –8.
b. Konstanta dari 3 – 4x2 – x adalah 3.

3.koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari
suatu suku pada bentuk aljabar.
CONTOH:
Tentukan koefisien x pada
bentuk aljabar berikut.
a. 5x2y + 3x
b. 2x2 + 6x – 3
Penyelesaian:
a. Koefisien x dari 5x2y + 3x adalah 3.
b. Koefisien x dari 2x2 + 6x – 3 adalah 6.
4. Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta
pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih.
a. Suku satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh
operasi jumlah atau selisih.
Contoh: 3x, 4a2, –2ab, ...
b. Suku dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu
operasi jumlah atau selisih.
Contoh: a2 + 2, x + 2y, 3x2 – 5x, ...
c. Suku tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua
operasi jumlah atau selisih.
Contoh: 3x2 + 4x – 5, 2x + 2y xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku
banyak atau polinom.
Nanti, di tingkat yang lebih lanjut kalian akan mempelajari mengenai
suku banyak atau polinom.

Bilangan bulat


Bilangan bulat
Bilangan bulat merupakan bilangan positip,negatip,dan bilangan nol
Contoh bilangan bulat : -3,-2,-1,0,1,2,3, sampai seterusnya
a.notasi bilangan bulat dan posisinya pada garis bilangan
salah satu contoh alat yg menggunakan bilangan bulat pada skala ukurannya,adalah thermometer.jika indicator air raksa menunjukan ke angka
30 derajat.c berarti besar suhu 30 derajat selcius diatas nol.jika 6 derajat celci,berarti 6 derajat di atas nol. Bilangan bilangan di atas nol disebut
Bilangan bulat positip atau bilangan asli.
          dalam skala thermometer celcius,titik didih air adalah 100 derajat celcius,dan
titik beku air adalah 0[nol] derajat celci.
Titik nol merupakan dasar atau acuan untuk menentukan titik didih air dan titik beku air.
Suhu 5 derajat celci dibawah nol ditulis -5 derajat celci,dan suhu -10 derajat celci dibaca
“suhu 10 derajat celci di bawah nol (nol) ” . bilangan-bilangan dibawah nol disebut
Bilangan negatif atau bilangan bulat negatif.
Pada garis bilangan vertical (tegak) berlaku aturan berikut:
Posisi diatas nol menunjukan bilangan positip atau (+).
Posisi dibawah nol menunjukan bilangan negatif (-).
Pada garis bilangan horizontal (mendatar) terdapat aturan berikut:
Posisi di kanan nol (0), menunjukan bilangan positif (+).
Posisi di kiri nol (0),menunjukan bilangan negative (-).

Perpindahan kalor menurut SALAMUDINctr

c.perpindahan kalor
sentuhkan benda panas ke benda dingin . apa yang terjadi ? tak lama kemudian suhu benda panas turun,sedangakan suhu benda dinggin naik. Itu terjadi karena benda panas memberikan kalor ke pada benda dingin.
Jadi,kalor secara alami berpindah dari benda yang suhu nya tinggi ke suhu yang rendah. Ada tiga cara perpindahan kalor :
Konduksi, konveksi , dan radiasi .
1.perpindahan kalor secara Konduksi
PEGANG BATANG LOGAM PADA BAGIAN UJUNG A ,LALU PANASKAN UJUNG B KE NYALA PEMBAKARAN LILIN.
APA YANG TANGAN MU RASAKAN ? TAK LAMA KEMUDIAN KAMU MENARIK BATANG LOGAM TERSEBUT MENJAUHI
 NYALA API KARENA UJUNG LOGAM A TERASA PANAS. UJUNG LOGAM A YANG KAMU PEGANG TERASA PANAS,PADAHAL YANG KAMU PANASI ADALAH UJUNG LAIN , B.
KONDUKSI ADALAH PERPINDAHAN KALOR MELALUI SUATU ZAT TANPA DISERTAI PERPINDAHAN PERTIKEL-PERTIKEL TERSEBUT .
A.KONDUKTOR DAN ISOLATOR
ZAT PADAT ADALAH KONDUKTOR YANG LEBIH BAIK DARI PADA ZAT CAIR MAUPUN GAS.
UMUMNYA , LOGAM ADALAH PENGHANTAR KALOR YANG LEBIH BAIK SECARA KONDUKSI .
TEMBAGA ADALAH ZAT YANG PALING BAIK DALAM MENGHANTARKAN KALOR.
ZAT-ZAT BUKAN LOGAM , SEPERTI KAYU,KACA,KERTAS,WOLL,DAN PLASTIK ADALAH PENGHANTAR KALOR YANG BURUK.
PENGHANTAR KALOR YANG BAIK DISEBUT KONDUKTOR , SEDANGKAN PENGHANTAR KALOR YANG TIDAK BAIK ADALAH ISOLATOR.